eXTReMe Tracker

Live Streaming Dr Zakir Naik Bekasi - Similarities Between Christianity & Islam

Jamil 21 - Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, sedang berlangsung live streaming Dr Zakir Naik tepatnya di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.


S

Semoga bermanfaat. Silahkan bagikan kepada kerabat, teman-teman dan sahabat anda. Wassalam.

4 Perkara Yang Membinasakan

Sumber : http://umar-arrahimy.blogspot.co.id/
Jamil 21 - Bismillahirrahmanirrahim. Sudah lama kami selaku admin blog ini tidak aktif karena beberapa kesibukan dan baru saat ini kami update blog kami ini. Sebagai manusia yang merupakan makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang wajib beribadah kepada-Nya. Kita harus selalu ingat, bahwa kehidupan di dunia ini cuma sementara dan kehidupan akhirat itu kekal. Maka kita harus menyiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat kelak. Allah Azza wa Jalla berfirman (yang artinya): 

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". (QS. Al-Hasyr: 18)

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, "Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)" yaitu hendaklah seseorang dari kamu memperhatikan, apa yang telah dia amalkan, apakah amal shalih yang menyelamatkannya atau sesuatu (amal buruk) yang akan mencelakakannya.

Berikut ini 4 perkara yang dapat membinasakan manusia :

1. Dosa dan Kemaksiatan
Kedua hal ini paling banyak menggugurkan kebaikan dan memberatkan timbangan keburukan. Melakukan satu perbuatan dosa seperti zina atau melanggar larangan Allah Azza wa Jalla ketika sendirian, sudah cukup untuk menggugurkan kebaikan-kebaikan walaupun sebesar gunung. Sahabat Tsauban radiyallahu 'anhu menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa bersabda: 

"Aku benar-benar mengetahui rombongan-rombongan orang dari umatku, mereka akan datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung Tihamah yang berwarna putih, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menjadikannya sebagai debu yang berhamburan". 

Tsauban radiyallahu 'anhu berkata, "Wahai Rasulullah! Terangkan sifat mereka kepada kami! Terangkan keadaan mereka kepada kami, agar kami tidak termasuk golongan mereka padahal kami tidak mengetahui!"

Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
"Sesungguhnya mereka itu adalah saudara-saudara kamu, dan dari kulit kamu, mereka mengisi sebagian malam sebagaimana kamu mengisi, namun mereka adalah rombongan-rombongan orang yang jika menyendiri, mereka melanggar perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah". (HR. Ibnu Majah dishahihkan oleh syaikh al-Albani; syaikh Salim al-Hilali dan lainnya).

Oleh karena itu kewajiban kita untuk bertaqwa kepada Allah dimana saja berada, baik ketika sendiri atau ketika bersama orang lain. Begitulah yang diwasiatkan oleh Rasulullah.

2. Ujub
Ujub (membanggakan diri) dan terpedaya dengan amalan-amalan shaleh akan membatalkan pahalanya. Mereka menyanggaka dia akan masuk surga dengan amalannya tersebut. Sebagai seorang muslim, jangan ujub atau membanggakan amalannya, apalagi sampai menganggap remeh amalan orang lain. Hanya Alllah yang mengetahui mana hamba-hambanya yang bertakwa.

3. Mengganggu Hak Orang Lain
Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?" Para sahabat radiyallahu 'anhum menjawab, "Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang."
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku yaitu orang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia mencaci orang ini, menuduh orang ini, makan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka." (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut, maka kita jangan mengganggu hak orang lain, karena akan menghanguskan amalan-amalan ibadah yang telah kita kerjakan.

4. Keburukan Yang Dosanya Terus Berjalan
Sesungguhnya ada keburukan-keburukan yang dosanya terus berjalan memakan kebaikan-kebaikan seseorang walaupun pelakunya telah meninggal dunia. Diantara keburukan-keburukan yang dosanya terus berjalan adalah menyesatkan kaum muslimin, berfatwa tanpa ilmu, menjauhkan seorang muslim dari ketaatan, menyebarkan kaset-kaset yang memuat video porno atau sejenisnya.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:
"Barangsiapa membuat perbuatan yang buruk di dalam agama Islam (seperti kemaksiatan, bid'ah, dan lainnya, kemudian diikuti oleh orang-orang lain), dia menanggung dosannya dan dosa orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun." (HR. Muslim dari Jarir bin Abdullah).

Itulah empat perkara yang membinasakan, semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga kita perkara-perkara tersebut. Silahkan sebarkan dan semoga bisa menjadi pahala amal jariyah buat anda. Aamiin.
Wassalam

Sumber : Buletin Al-Balagh edisi 18 : 4 Perkara Yang Membinasakan 
Syarat Wajib Puasa

Syarat Wajib Puasa

Sumber belajarislam.com

Jamil 21 - Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah kita telah memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh kemuliaan. Semoga Allah selalu memberikan rahmatnya kepada kita. Amin
Kali ini, kami akan membagikan apa saja syarat-syarat wajib puasa.

1. Sehat, tidak dalam keadaan sakit
Allah Ta'ala berfirman,


وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَ

"...dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain..."
(QS. Al Baqarah: 185)

2. Menetap, tidak dalam keadaan safar
Dalilinya sama dengan point pertama yaitu,

وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَ

"...dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain..."
(QS. Al Baqarah: 185)

3. Suci dari haid dan nifas
Dari Mu'adzah dia berkata, "Saya berkata kepada kepada Aisyah seraya berkata, 'Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha puasa dan tidak mengqadha shalat ?' Maka Aisyah menjawab, 'Apakah kamu dari golongan Haruriyah ?' Aku menjawab, 'Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.' Aisyah menjawab,'Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha puasa puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat."
(HR. Muslim no.335)

Itulah syarat-syarat wajib puasa, semoga bermanfaat. Wassalam

Baca juga Hal-Hal yang Tidak Membatalkan Puasa

Waktu Utama Membaca Ayat Kursi

Jamil 21 - Bismillahirrahmanirrahim. Ayat Kursi merupakan salah satu ayat dalam Al Qur'an yang memiliki keutamaan yang besar. Imam Nawawi menyebutkan, para ulama berkata bahwa hal itu dikarenakan di dalamnya terdapat nama dan sifat Allah yang penting yaitu sifat ilahiyah, wahdaniyah (keesaan), sifat hidup, sifat ilmu, sifat kerajaan, sifat kekuasaan, sifat kehendak. Itulah tujuh nama dan sifat dasar yang disebutkan dalam ayat kursi. (Syarh Shahih Muslim, 6: 85). 
Bagi yang belum tahu bacaan Ayat Kursi, silahkan lihat video di bawah ini :


Berikut ini waktu - waktu utama membaca Ayat Kursi 

1- Ketika Pagi dan Petang

Mengenai orang yang membaca ayat kursi di pagi dan petang hari, dari Ubay bin Ka’ab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا قَرَأَتْهَا غُدْوَةً أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ ، وَإِذَا قَرَأَتْهَا حِيْنَ تُمْسِي أُجِرَتْ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ
Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.” (HR. Al Hakim 1: 562. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 655)

2- Sebelum Tidur

Hal ini dapat dilihat dari pengaduan Abu Hurairah pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seseorang yang mengajarkan padanya ayat kursi.
دَعْنِى أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا . قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) حَتَّى تَخْتِمَ الآيَةَ ، فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ ، فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ » . قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِى كَلِمَاتٍ ، يَنْفَعُنِى اللَّهُ بِهَا ، فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ . قَالَ « مَا هِىَ » . قُلْتُ قَالَ لِى إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ( اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ) وَقَالَ لِى لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ » . قَالَ لاَ . قَالَ « ذَاكَ شَيْطَانٌ »
Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311)

3- Setelah Shalat Lima Waktu

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ
Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai dalam Al Kubro 9: 44. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram). Maksudnya, tidak ada yang menghalanginya masuk surga ketika mati.

Intinya, ayat kursi punya keutamaan yang luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.
عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ». قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ». قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ. قَالَ فَضَرَبَ فِى صَدْرِى وَقَالَ « وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ »
Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abul Mundzir, ayat apa dari kitab Allah yang ada bersamamu yang paling agung?” Aku menjawab, “Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyum.” Lalu beliau memukul dadaku dan berkata, “Semoga engkau mudah memperoleh imu, wahai Abul Mundzir.” (HR. Muslim no. 810)

Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan, “Hadits ini adalah dalil akan bolehnya mengutamakan sebagian Al-Qur’an dari lainnya dan mengutamakannya dari selain kitab-kitab Allah. Maknanya adalah pahala membacanya begitu besar, itulah makna hadits.”

Itulah waktu - waktu utama membaca Ayat Kursi, silahkan di amalkan dan diajarkan ke kerabat dan sahabat anda. Silahkan bantu kami sebarkan post ini, Insya Allah ini sangat bermanfaat bagi seluruh ummat muslim.
"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia”. 
(HR at-Tirmidzi (no. 2685) dan ath-Thabrani dalam “al-Mu’jamul kabiir” (no. 7912), dalam sanadnya ada kelemahan, akan tetapi hadits ini dikuatkan oleh hadits lain yang semakna. Hadits ini dinyatakan hasan shahih oleh imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani rahimahullah dalam “Silsilatul ahaditsish shahihah” (4/467).

Sumber : 
http://rumaysho.com/11661-3-waktu-utama-membaca-ayat-kursi.html

Adab - Adab Membaca Al Qur'an


Jamil 21 - Bismillahirrahmanirahim. Al Qur'an merupakan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Dalam membaca Al Qur'an, tentu saja memiliki adab - adab, karena Al Qur'an bukanlah perkataan makhluk, namun kalamullah (perkataan Allah), berikut ini adab - adab membaca Al Qur'an : 

1- Hendaklah yang membaca Al-Qur’an berniat ikhlas, mengharapkan ridha Allah, bukan berniat ingin cari dunia atau cari pujian.

2- Disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam keadaan mulut yang bersih. Bau mulut tersebut bisa dibersihkan dengan siwak atau bahan semisalnya.

3- Disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci. Namun jika membacanya dalam keadaan berhadats dibolehkan berdasarkan kesepatakan para ulama.

Catatan: Ini berkaitan dengan masalah membaca, namun untuk menyentuh Al-Qur’an dipersyaratkan harus suci. Dalil yang mendukung hal ini adalah:

عَنْ أَبِى بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَتَبَ إِلَى أَهْلِ الْيَمَنِ كِتَابًا فَكَانَ فِيهِ لاَ يَمَسُّ الْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرٌ
Dari Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menulis surat untuk penduduk Yaman yang isinya, “Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an melainkan orang yang suci”. (HR. Daruquthni no. 449. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’ no. 122).

4- Mengambil tempat yang bersih untuk membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, para ulama sangat anjurkan membaca Al-Qur’an di masjid. Di samping masjid adalah tempat yang bersih dan dimuliakan, juga ketika itu dapat meraih fadhilah i’tikaf.

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Hendaklah setiap orang yang duduk di masjid berniat i’tikaf baik untuk waktu yang lama atau hanya sesaat. Bahkan sudah sepatutnya sejak masuk masjid tersebut sudah berniat untuk i’tikaf. Adab seperti ini sudah sepatutnya diperhatikan dan disebarkan, apalagi pada anak-anak dan orang awam (yang belum paham). Karena mengamalkan seperti itu sudah semakin langka.” (At-Tibyan, hlm. 83).

5- Menghadap kiblat ketika membaca Al-Qur’an. Duduk ketika itu dalam keadaan sakinah dan penuh ketenangan.

6- Memulai membaca Al-Qur’an dengan membaca ta’awudz. Bacaan ta’awudz menurut jumhur (mayoritas ulama) adalah “a’udzu billahi minasy syaithonir rajiim”. Membaca ta’awudz ini dihukumi sunnah, bukan wajib.

Perintah untuk membaca ta’awudz di sini disebutkan dalam ayat,

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

7- Membaca “bismillahir rahmanir rahim” di setiap awal surat selain surat Bara’ah (surat At-Taubah).
Catatan: Memulai pertengahan surat cukup dengan ta’awudz tanpa bismillahir rahmanir rahim.

8- Hendaknya ketika membaca Al-Qur’an dalam keadaan khusyu’ dan berusaha untuk mentadabbur (merenungkan) setiap ayat yang dibaca.

Perintah untuk mentadabburi Al-Qur’an disebutkan dalam ayat,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 29)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Hadits yang membicarakan tentang perintah untuk tadabbur banyak sekali. Perkataan ulama salaf pun amat banyak tentang anjuran tersebut. Ada cerita bahwa sekelompok ulama teladan (ulama salaf) yang hanya membaca satu ayat yang terus diulang-ulang dan direnungkan di waktu malam hingga datang Shubuh. Bahkan ada yang membaca Al-Qur’an karena saking mentadabburinya hingga pingsan. Lebih dari itu, ada di antara ulama yang sampai meninggal dunia ketika mentadabburi Al-Qur’an.” (At-Tibyan, hlm. 86)

Diceritakan oleh Imam Nawawi, dari Bahz bin Hakim, bahwasanya Zararah bin Aufa, seorang ulama terkemuka di kalangan tabi’in, ia pernah menjadi imam untuk mereka ketika shalat Shubuh. Zararah membaca surat hingga sampai pada ayat,

فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ (8) فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (9)
Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit.” (QS. Al-Mudattsir: 8-9). 

Ketika itu Zararah tersungkur lantas meninggal dunia. Bahz menyatakan bahwa ia menjadi di antara orang yang memikul jenazahnya. (At-Tibyan, hlm. 87)

Ingat nasihat Ibrahim Al-Khawwash bahwa tombo ati (obat hati) ada lima:
Baca juga : Obat Hati
  • Membaca Al-Qur’an disertai tadabbur (perenungan)
  • Perut kosong (rajin puasa)
  • Rajin qiyamul lail (shalat malam)
  • Merendahkan diri di waktu sahur
  • Duduk dengan orang-orang shalih.
Adab membaca Al-Qur’an diringkas dari penjelasan Imam Nawawi dalam At-Tibyan, hlm. 80-87. Semoga manfaat. Wallahu waliyyut taufiq.

Sumber : 
http://rumaysho.com/amalan/8-adab-membaca-al-quran-11261.html

Tanda - Tanda Kiamat yang telah Terjadi Menurut Al Qur'an dan Hadits

Gambar lustrasi Kiamat
Jamil 21 - Bismillahirrahmanirrahim. Kiamat merupakan peristiwa yang pasti akan terjadi dalam kehidupan ini. Kiamat terbagi dua jenis, yaitu Kiamat Kecil (Sugro), kiamat yang hanya terjadi individu atau dalam wilayah tertentu, contoh kematian, bencana alam dll. Adapun Kiamat Besar (Qubro), kiamat yang terjadi di alam semesta sebagai tanda berakhirnya kehidupan dunia.
Berikut ini tanda - tanda kiamat yang telah terjadi :
Berikut tayangan video mengenai kiamat berdasarkan keterangan dalam Al Qur'an :


1. Menggembungnya bulan
Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : “Di antara sudah mendekatnya kiamat ialah menggembungnya bulan sabit (awal bulan),” dishahihkan  AlBaani di Ash Shahihah nomor 2292. Dalam riwayat yang lain dikatakan “Di antara sudah dekatnya hari kiamat ialah bahwa orang akan melihat bulan sabit seperti sebelumnya, maka orang akan mengatakan satu bentuk darinya untuk dua malam dan masjid akan dijadikan tempat untuk jalan jalan serta banyaknya orang yang mati mendadak,” (Ash Shahiihah AlBani 2292).

Sekarang ini, satu bulan sabit hampir selalu dihitung dua kali. Tentu kita masih ingat, bahwa umat Islam hampir selalu bertengkar menentukan bulan sabit untuk Ramadhan, Syawal dan Idhul adha .  Antara ru’yat tidak sama cara melihatnya , dengan hisab.

2. Tersebarnya banyak pasar
Rasulullah bersabda: “Kiamat hampir akan terjadi apabila sudah banyak perbuatan bohong, masa (waktu) akan terasa cepat berlalu, dan pasar pasar akan berdekatan (jaraknya karena saking banyaknya),” (sahih Ibnu Hibban).

Lihatlah sekarang, pasar ada dimana-mana. Mall semakin banyak, supermarket di mana-mana. Belum lagi kalau kita hitung dengan mart-mart yang bahkan masuk sampai ke pelosok desa.


3 Hal yang Memasukkan Wanita ke Neraka

3. Wanita ikut bekerja seperti laki laki
Rasulullah bersabda : “Pada pintu gerbang kiamat, orang-orang hanya akan mengucapkan salam kepada orang yang khusus(dikenal) saja, dan berkembangnya perniagaan sehingga wanita ikut seperti suaminya (bekerja/berdagang),” Hadist Shahih Ahmad.

Sekarang karena emansipasi wanita, wanita yang bekerja sudah banyak dan bisa kita temui dimana-mana. Anak diurus oleh mertua atau pembantu.

4. Banyaknya polisi
Rasululah bersabda : “Bersegeralah kamu melakukan amal shalih sebelum datang enam perkara : pemerintahan orang orang jahil, banyaknya polisi, penjual belian hokum atau jabatan, memandang remeh terhadap darah, pemutusan silaturrahim, adanya manusia yang menjadikan Al-Qur’an sebagai seruling dimana mereka menunjuk seorang imam untuk sholat jamaah agar ia dapat menyaksikan keindahannya dalam membaca Al-QUr’an meskipun ia paling sedikit ke-faqihannya,” Musnad Ahmad, At Thabrani, Ash Shaihhah AlBani 979.

5. Manusia akan bermegah-megah dalam membangun masjid
Rasulullah bersabda “Tidak akan terjadi kiamat hingga manusia berbangga bangga dengan masjid,” (hadist sahih musnad Ahmad3:134,145, An Nasa’i 2:32, Abu Dawud 449,Ibnu Majah 779). Padahal Rasulullah di lain tempat berkata “Aku tidak diutus untuk menjulangkan masjid-masjid,” (sahih sunan Abu Dawud : 448).

6. Ulama yang haq tidak dihiraukan
Dari Sahl bin Saad as-Sa ‘idi Ra. ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah! Jangan Engkau pertemukan aku dan mudah-mudahan kamu (sahabat) tidak bertemu dengan suatu zaman dikala para ulama sudah tidak diikuti lagi, dan orang yang penyantun sudah tidak dihiraukan lagi. Hati mereka seperti hati orang Ajam (pada fasiqnya), lidah mereka seperti lidah orang Arab (pada fasihnya).” (HR. Ahmad).

Kondisi seperti yang disebutkan Rasulullah diatas saat ini sudah banyak kita temui dimana para ulama sudah tidak didengar lagi, orang yang santun dan berahlak mulia sudah tidak dipedulikan . Kemungkaran menjadi jadi dimana mana.

7. Islam tinggal nama dan tulisannya saja
Dari Ali bin Abi Thalib Ra. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Sudah hampir tiba suatu zaman, kala itu tidak ada lagi dari Islam kecuali hanya namanya, dan tidak ada dari Al-Qur’an kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka indah, tetapi kosong dari hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong langit. Dari merekalah keluar fitnah, dan kepada mereka fitnah itu akan kembali .” (HR. al-Baihaqi).

Dewasa ini manusia berlomba lomba membangun masjid dengan berbagai kemewahannya, namun kegiatannya kosong. Al Qur’an hanya dijadikan bacaan dan pajangan tanpa dipahami makna dan kandungan isinya. Banyak ulama dan ustad yang seharusnya menentramkan umat malah menimbulkan perpecahan dan permusuhan diantara sesama umat islam.

8. Kemaksiatan Bertambah
Dari Ali bin Abi Thalib Ra. dikatakannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila umatku telah melakukan limabelas perkara, maka bala’ pasti akan turun kepada mereka, yaitu:
1. Apabila harta negara hanya beredar pada orang orang tertentu
2. Apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan
3. Zakat dijadikan hutang
4. Suami memperturutkan kemauan isteri
5. Anak durhaka terhadap ibunya
6. Sedangkan ia berbuat baik dengan temannya
7. Dia menjauhkan diri dari ayahnya
8. Suara-suara ditinggikan di dalam masjid
9. Yang menjadi ketua satu kaum adalah orang yang terhina di antara mereka
10. Seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya
11. Khamar (arak) sudah diminum di segenap tempat
12. Kain sutera banyak dipakai ( oleh kaum lelaki )
13. Para biduanita disanjung-sanjung
14. Musik banyak dimainkan
15. Generasi akhir umat ini melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat) Maka ketika itu hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi ataupun mereka akan diubah menjadi makhluk lain.” (HR.Tirmizi)

9. Berbangga dengan kemegahan Masjid
Dari Anas bin Malik Ra. bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak terjadi hari qiamat sehingga umatku bermegah -megahan dengan bangunan masjid.” (HR. Abu Daud).

Demikianlah dewasa ini banyak dibangun masjid yang mewah, namun kosong dari ruh kegiatan agama. Perhatian mereka hanya tercurah pada kemegahan dan keindahan masjid semata. Mereka merasa bangga dengan kemegahan dan kindahan masjid yang mereka bangun, namun kurang memperhatikan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan agama Islam. Banyak kita jumpai bangunan masjid yang indah dan megah namun masjid itu hanya digunakan untuk tempat shalat berjamaah, itupun jamaahnya amat sedikit tidak sesuai dengan kapasitas masjid yang besar dan megah. Sepi dari kegiatan dakwah, pencerahan dan menyelesaikan masalah umat.

10. Banyaknya Ujian keimanan
Dari Abu Hurairah Ra. bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian di waktu sore dia sudah menjadi kafir, atau (Syak Perawi Hadits) seseorang yang masih beriman di waktu sore, kemudian pada keesokan harinya dia sudah menjadi kafir. Dia telah menjual agamanya dengan sedikit harta benda dunia “, (HR. Muslim).

Hadits ini menerangkan kepada kita betapa dahsyat dan hebatnya ujian terhadap iman seseorang di akhir zaman. Seseorang yang beriman di waktu pagi, tiba-tiba dia menjadi kafir di waktu sore. Begitu pula dengan seseorang yang masih beriman di waktu sore. Tiba-tiba besok paginya telah menjadi kafir. Begitu cepat perubahan yang berlaku. Iman yang begitu mahal boleh gugur di dalam godaan satu malam atau satu hari saja, sehingga banyak orang yang menggadaikan imannya karena hanya hendak mendapatkan sedikit harta benda dunia.

Download AlQur'an & Hadits Riyadhus Shalihin


11. Orang Beragama yang Benar terkucilkan
Dari Anas Ra. berkata RasuJullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Akan datang pada manusia suatu zaman saat itu orang yang berpegang teguh (sabar) di an tara mereka kepada agamanya laksana orang yang memegang bara api." (HR. Tirmidzi).

Yang dimaksudkan di sini ialah zaman yang sangat menggugat iman sehingga siapa saja yang hendak mengamalkan ajaran agamanya dia pasti menghadapi kesulitan dan tantangan yang sangat hebat. Kalau dia tidak bersungguh-sungguh, pasti agamanya akan terlepas dari genggamannya. Ini disebabkan keadaan sekelilingnya tidak mendorong untuk menunaikan kewajiban agamanya, bahkan apa yang ada di sekelilingnya mendorong untuk berbuat kemaksiatan yang dapat meruntuhkan aqidah dan keimanan atau paling kurang menyebabkan kefasikan.
 
12. Menamakan indah pada barang2 maksiat
Dari Abu Malik Al-Asy’ari Ra. katanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Sesungguhnya akan ada sebagian dari umatku yang meminum khamar dan mereka menamakannya dengan nama yang lain. (Mereka meminum) sambi! diiringi dengan alunan musik dan suara biduanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi (dengan gempa) dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengubah mereka menjadi kera atau babi.” (HR. Ibnu Majah).

Dikota kota besar dewasa ini bertebaran tempat tempat seperti yang dimaksud Rasulullah diatas. Tempat hiburan seperti diskotik, Pub, tempat dugem yang buka sampai menjelang fajar, tidak pernah sepih dari pengunjungnya. Minuman keras, narkoba, musik , wanita penghibur, dapat ditemui ditempat itu dengan  mudah. Banyak yang mengunjungi tempat tersebut adalah umat Islam, mereka hanyut dan tenggelam dalam menikmati kesenangan dunia yang penuh kepalsuan.

13. Waktu terasa pendek
Dari Anas bin Malik Ra. ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan terjadi qiamat sehingga waktu terasa pendek, maka setahun dirasakan seperti sebulan, sebulan dirasakan seperti seminggu, seminggu dirasakan seperti sehari, sehari dirasakan seperti satu jam serta satu jam dirasakan seperti satu kilatan api. ” ( sebentar saja, hanya seperti kilatan api sekejap). (HR. Tirmizi).

Keadaan seperti ini sudah umum kita rasakan, waktu terasa amat singkat. Sehari yang lamanya 24 jam rasa nya tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Waktu terasa berjalan amat cepat, bumi inipun terasa semakin kecil, mobilitas manusia semakin tinggi. Rasanya baru saja kita melalui hari jumat, tiba tiba sekarang sudah masuk hari jum’at lagi.


Pentingkah Hijab bagi Wanita Muslim ?

14. Aurat Dibuka massal, keharaman menjadi mode dan gaya
Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,. ”Ada dua golongan yang akan menjadi penghuni Neraka, keduanya belum pemah aku lihat mereka. Pertama, golongan (penguasa) yang mempunyai cambuk bagaikan ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang. Kedua, perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, lenggang-lenggok waktu berjalan, mengayun-ayunkan bahu. Kepala mereka (sanggul di atas kepala mereka) bagaikan bonggol (ponok unta yang condong). Kedua golongan ini tidak akan masuk sorga dan tidak akan dapat mencium bau harumnya. Sesungguhnya bau harum sorga itu sudah tercium dari jarak perjalanan yang sangat jauh."(HR. Muslim).

Dewasa ini kita banyak menjumpai penguasa yang bertindak sewenang wenang dan korup. Mereka memanfaatkan kekuasaan yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan syahwat dan kepentingan pribadinya. Mereka tidak hirau dan peduli dengan amanah yang diberikan masyarakat padanya. Mereka mengorbankan kepentingan orang banyak untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Aurat wanita diumbar untuk tujuan komersil dan memenuhi syahwat . Wanita yang menjaga aurat dan kehormatannya dikucilkan dan dihinakan , wanita yang mengumbar aurat dihormati dan dipuja.

15. Islam yang benar malah menjadi asing
Dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata: Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; “Islam mulai berkembang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim).

Islam mulai tersebar di Mekkah dalam keadaan sangat asing. Sangat sedikit penganut dan pendukungnya kalau dibandingkan dengan penentangnya. Kemudian setelah itu Islam tersebar ke seluruh pelosok dunia sehingga dianut oleh dua pertiga penduduk dunia. Kemudian Islam kembali asing dan dirasa ganjil dari pandangan dunia, bahkan dari pandangan orang Islam sendiri. Sebagian dari orang Islam merasa ganjil dan aneh bila melihat orang Islam yang iltizam (komitmen) dengan Islam dan mengamalkan tuntutan Islam yang sebenamya


Kapan Disebut Tasyabbuh?

16. Meniru Yahudi dan Nasrani
Dari Abu Sa’id Al-Khudri Ra. ia berkata: Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lobang biawakpun kamu akan mengikuti mereka”. Sahabat bertanya. “Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nashrani yang Tuan maksudkan?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Siapa lagi?” (kalau bukan mereka). (HR. Muslim).

Umat Islam sedikit demi sedikit akan mengikuti jejak langkah atau “cara hidup” orang-orang Yahudi dan Nashrani, hingga dalam urusan yang kecil dan yang remeh sekalipun. Contohnya, jikalau orang Yahudi dan Nashrani masuk ke lobang biawak yang kotor dan sempit sekali pun, orang Islam akan terus mengikuti mereka. Tanpa disadari banyak umat islam yang mengikuti perilaku dan tatacara orang yahudi atau nasrani, dalam berpakaian, makan,  bergaul dan berteman,  sedang mereka menyangka itu adalah perbuatan yang benar.


Siapakah Sebenarnya Iblis Itu ?


17. Islam dikerubungi musuh-musuhnya
Dari Tsauban Ra. berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni talam hidangan mereka”. Maka salah seorang sahabat bertanya, “Apakah karena kami sedikit pada hari itu?” Nabi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’. Seorang sahabat bertanya: “Apakah ‘wahan’ itu, hai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Cinta dunia dan takut mati”. (HR. Abu Daud).

Dewasa ini negara yang mayoritas penduduknya Muslim terus diguncang prahara dan kehancuran, seperti Afghanistan, Irak, Libya, Mesir , Suria, Tunisia, dan bangsa bangsa besar  didunia seperti Amerika, negara Eropa, berebut untuk mengambil kekayaan bumi mereka. Mudah mudahan ini tidak terjadi dengan Indonesia yang mayoritas penduduknya juga beragama Islam.

18. Melimpahnya Harta Benda Dan Luasnya Perniagaan Serta Banyak Media Massa
Dari Umar bin Tsa’lab r.a. berkata bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebahagian dari tanda-tanda dekatnya Hari Kiamat, adalah tersebarnya (melimpahnya) harta benda dan luasnya perniagaan. Dan pena-pena akan bermunculan yang menunjukkan banyaknya bacaan dan tulisan.” (Riwayat An-Nasa’i).

Apa yang disebutkan Rasulullah diatas sudah terjadi sekarang ini, dimana perdagangan bebas antara negara dan bangsa  berkembang dengan  pesat. Hampir hampir tidak jelas lagi batas anatara negara yang satu dengan lainnya. Mobilitas manusia antara negara dan benua berjalan demikian cepat.  Media cetak dan elektonik berkembang pesat, pergerakan atau kejadian disatu tempat di bumi ini dapat segera tersebar luas keseluruh dunia dalam waktu yang amat singkat.

19. Ramai Orang Muda Menyebut Dalil Agama
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Akan muncul di akhir zaman nanti, suatu kaum yang terdiri dari orang-orang muda yang masih mentah pikirannya (cetek faham agamanya). Mereka banyak mengucapkan perkataan Khairil Bariyah (firman Allah dan hadits Rasul), tetapi iman mereka masih lemah. Pada hakikatnya mereka telah keluar dari agamanya seperti anak panah yang lepas dari busurnya. Di mana saja kamu dapat menemuinya, maka hapuskanlah mereka itu, siapa yang dapat menghapus mereka, kelak akan mendapat pahala di hari kiamat.“ (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Banyak ustad atau penceramah muda yang masih dangkal ilmu nya , memberikan fatwa yang akhirnya bukan menyatukan umat tapi menimbulklan perpecahan diantara umat Islam. Mereka bukan memberikan pencerahan pada umat, tapi malah menimbulkan keresahan dan kegelisahan. Banyak juga ditemui orang yang bukan Islam menggunakan hujjah hujjah dari al Qur’an dan hadist yang mana mereka membuat komentar menurut pemahaman mereka sendiri sedangkan mereka tidak faham dengan Islam.


Adab - Adab Membaca Al Qur'an


20. Al-Quran Sebagai Alat Propaganda
Ali bin Thalib r.a. berkata bahawa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kelak akan muncul di antara umatku suatu kaum yang membaca Al-Quran bukan seperti lazimnya kamu membaca, dan sembahyangmu jauh berbeda dengan cara mereka bersembahyang. Mereka membaca Al-Quran dengan mengira bahawa Al-Quran itu sebagai alat propaganda mereka, padahal Al-Quran itu berisi peringatan yang harus mereka junjung. Bacaan mereka itu tidak melebihi kerongkongnya (tidak sampai meresap ke dalam hati). Mereka itu sebenarnya keluar dari Islam, bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya.” (Riwayat Muslim)

Rasulullah mengingatkan bahwa diakhir zaman nanti akan dijumpai orang yang menggunakan dalil al Qur’an untuk kepentingan pribadi, golongan , kelompok dan  propaganda politik. Mereka fasih membaca dan mengemukakkan ayat Qur’an namun perbuatannya menyimpang jauh dari ajaran Al Qur’an. Waspadalah dewasa ini banyakn kita jumpai orang seperti ini, penampilannya seperti ulama dan ustad  namun perbuatannya menyimpang dari ajaran Rasulullah. Mereka tidak memberikan solusi bagi masalah umat tapi malah menambah dan menimbulkan  masalah bagi umat disekitarnya.

21. Munculnya 30 Dajjal sang pendusta
Abu Hurairah r.a. berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Qiamat tidak akan tiba sehingga muncul 30 dajjal, semua mengaku sebagai utusan Allah, harta bertambah, berlaku huru-hara dan al-Harj berleluasa.” Seorang sahabat bertanya, “Apakah harj?” Baginda bersabda, “ Bunuh-membunuh.” [Musnad Ahmad, 2/457].

Abu Hurairah r.a. berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Qiamat tidak akan tiba selagi belum muncul 30 dajjal, semua berbohong mengenai Allah dan RasulNya.” [Musnad Ahmad, 2/450].

Dewasa ini banyak kita temui orang orang yang mengaku sebagai nabi dan menerima wahyu seperti  Mirza Ghulam Ahmad, Sai baba, Lia Eden, Ahmad Mozadek. Dan lain lainya ditiap bangsa dipenjuru dunia ini ada orang yang seperti itu, mereka mengaku sebagai Nabi dan Rasul.

Al Harj juga sudah terlihat hadir dimana mana, banyak terjadi pembunuhan yang dibunuh tidak mengerti kenapa ia dibunuh yang membunuh tidak tahu kenapa ia harus membunuh. Teroris, bom bunuh diri, perampokan, pembunuhan masal seperti yang terjadi ditempat umum dan sekolah di Amerika serikat. Saling serang dengan bom bunuh diri seperti yang terjadi di Irak, Pakistan , Mesir , Suriah dll.

22. Golongan Pendusta Di Bidang Hadits
Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kelak akan ada di antara generasi akhir dari umatku orang-orang yang meriwayatkan kepada kamu hadis yang belum pernah – juga bapa-bapa kamu – mendengarnya. Untuk itu, hindarilah mereka.”(Riwayat Muslim).

Sekarang juga banyak kita temui banyak diantara anak muda yang menyebarkan hadist palsu , lemah  dhoif yang tidak jelas sumbernya. Mereka lebih mengutamakan hadist daripada al Qur’an , mereka menimbulkan perpecahan dan kebingungan dikalangan umat Islam. 

23. Lelaki menyerupai wanita dan wanita menyerupai lelaki
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di antara tanda-tanda dekatnya Hari Kiamat adalah laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki.” (Riwayat Abu Nu’aim).

Kelompok wanita berpakaian lelaki dan sebaliknya lelaki berpakaian wanita juga sudah banyak kita temui dilingkungan kita. Mereka tidak malu dan segan memakai pakaian tersebut , bahkan mereka  merasa bangga dan tersanjung dengan pakaian tersebut.

24. Orang Yang Baik Berkurang Sedang Yang Jahat Bertambah Banyak
Dari Aisyah r.a. berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak akan berlaku hari qiamat sehingga anak seseorang menjadi puncak kemarahan (bagi ibu bapaknya) dan hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas) dan akan bertambah banyak orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik dan anak-anak menjadi berani melawan orang-orang tua dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik.” (Riwayat Thabrani).

Apakah kondisi seperti yang disebutkan Rasululllah pada hadist diatas sudah terjadi? Lihatlah disekeliling anda, betapa sulitnya mendidik anank dewasa ini. Pergaulan bebas dan zina sudah dianggap hal biasa. Banyak anak yang melawan orang tua atau membuat pusing orang tuanya dengan perilaku kasar, pecandu narkoba , dan lain sebagainya.

25. Penduduk Mekkah Akan Meninggalkan Kota Mekkah
Umar r.a berkata bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Kelak penduduk Mekkah akan keluar meninggalkan Mekkah; kemudian yang meninggalkan itu tidak akan kembali lagi kecuali hanya sebahagian kecil sahaja. Kemudian yang sedikit itu menjadikan kota itu penuh bangunan. Kemudian mereka keluar lagi dari kota itu dan tidak kembali selamanya.“ (Riwayat Ahmad).

Apa yang dikatakan Rasulullah tentang kota Mekah ini tampaknya sekarang sudah terjadi. Pembangunan besar besaran disekitar Ka’bah telah memaksa penduduk asli disekitar Ka’bah meninggalkan tempat tinggal dan kelahran mereka . Mereka terpaksa pergi jauh dari Mekah. Sementara ditempat mereka tinggal dahulu sekarang telah dibangun Hotel, Mal , Plaza dan tempat mewah lainnya yang banyak dihuni oleh para pendatang . Ka’bah dan Mekkah kini dikelilingi gedung gedung mewah dan megah. Sementara penduduk asli Mekah terpaksa mengungsi keluar kota Mekah.


Demikianlah tanda - tanda kiamat yang telah erjadi dan masih ada lagi beberapa tanda - tanda kiamat yang harus kita pelajari. Semoga bermanfaat. Wassalam


Sumber :
https://www.islampos.com/5-tanda-kiamat-dari-polisi-buruh-wanita-dan-banyaknya-masjid-982/
http://www.fadhilza.com/2013/12/tadabbur/hadist-nabi-tentang-tanda-kiamat-sudah-banyak-terjadi.html
https://www.youtube.com/

Download Panduan Ramadhan


Jamil 21 - Bismillahirrahmanirrahim. Pustaka Muslim insyaaALLAH akan menerbitkan dan membagikan secara gratis buku berjudul ‘Buku Panduan Ramadhan, Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah’ yang ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.
Bagi yang ingin mendowload buku “Panduan Ramadhan” dalam format PDF silakan klik link berikut:
  • Buku panduan Ramadhan (PDF) : Download (Tunggu 5 detik lalu klik skip this ad)
  • Cover Buku panduan Ramadhan: Download
Baca juga :12 Amalan Keliru Menjelang dan Akhir Ramadhan


Semoga bermanfaat


Sumber :
muslim.or.id

12 Amalan Keliru Menjelang dan Akhir Ramadhan

 

Jamil 21 - Bismillahirrahmanirrahim. Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan, amalan akan dilipat gandakan pada bulan Ramadhan, maka sangatlah rugi ketika berada di bulan Ramadhan, namun tidak berlomba - lomba dalam beramal baik, namun sekarang banyaknya kekeliruan pada umat muslim sekarang, baik dalam menyambut bulan Ramadhan, dan di akhir Ramadhan, berikut ini 12 amalan keliru menjelang dan akhir Ramadhan : 

1. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan
Tidaklah tepat keyakinan bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat (yang dikenal dengan “nyadran”). Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.

2. Padusan, Mandi Besar, atau Keramasan Menyambut Ramadhan
Tidaklah tepat amalan sebagian orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar atau keramasan terlebih dahulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”) ada juga yang melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!

3. Menetapkan Awal Ramadhan dengan Hisab
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا

“Sesungguhnya kami adalah umat yang buta huruf. Kami tidak memakai kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula memakai hisab (dalam penetapan bulan). Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Bazizah mengatakan,”Madzhab ini (yang menetapkan awal ramadhan dengan hisab) adalah madzhab bathil dan syari’at ini telah melarang mendalami ilmu nujum (hisab) karena ilmu ini hanya sekedar perkiraan (dzon) dan bukanlah ilmu yang pasti (qoth’i) atau persangkaan kuat. Maka seandainya suatu perkara (misalnya penentuan awal ramadhan, pen) hanya dikaitkan dengan ilmu hisab ini maka agama ini akan menjadi sempit karena tidak ada yang menguasai ilmu hisab ini  kecuali sedikit sekali.” (Fathul Baari, 6/156)

5. Melafazhkan Niat “Nawaitu Shouma Ghodin…”
Sebenarnya tidak ada tuntunan sama sekali untuk melafazhkan niat semacam ini karena tidak adanya dasar dari perintah atau perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula dari para sahabat. Letak niat sebenarnya adalah dalam hati dan bukan di lisan. An Nawawi rahimahullah –ulama besar dalam Madzhab Syafi’i- mengatakan,

لَا يَصِحُّ الصَّوْمَ إِلَّا بِالنِّيَّةِ وَمَحَلُّهَا القَلْبُ وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلاَ خِلَافٍ

“Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.” (Rowdhotuth Tholibin, I/268, Mawqi’ul Waroq-Maktabah Syamilah)

6. Do’a Ketika Berbuka “Allahumma Laka Shumtu wa Bika Aamantu…”
Ada beberapa riwayat yang membicarakan do’a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam Sunan Abu Daud no. 2357, Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 481 dan no. 482. Namun hadits-hadits yang membicarakan amalan ini adalah hadits-hadits yang lemah. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits. Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta (Lihat Dho’if Abu Daud no. 2011 dan catatan kaki Al Adzkar yang ditakhrij oleh ‘Ishomuddin Ash Shobaabtiy).

Adapun do’a yang dianjurkan ketika berbuka adalah,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” (HR. Abu Daud. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud)

7. Pensyariatan Waktu Imsak (Berhenti makan 10 atau 15 menit sebelum waktu shubuh)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ يَهِيدَنَّكُمُ السَّاطِعُ الْمُصْعِدُ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَعْتَرِضَ لَكُمُ الأَحْمَرُ

“Makan dan minumlah. Janganlah kalian menjadi takut oleh pancaran sinar (putih) yang menjulang. Makan dan minumlah sehingga tampak bagi kalian warna merah yang melintang.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah. Dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan shahih). Maka hadits ini menjadi dalil bahwa waktu imsak (menahan diri dari makan dan minum) adalah sejak terbit fajar shodiq –yaitu ketika adzan shubuh dikumandangkan- dan bukanlah 10 menit sebelum adzan shubuh. Inilah yang sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Dalam hadits Anas dari Zaid bin Tsabit bahwasanya beliau pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas berkata, “Berapa lama jarak antara adzan Shubuh dan sahur kalian?” Kemudian Zaid berkata, “Sekitar 50 ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lihatlah berapa lama jarak antara sahur dan adzan? Apakah satu jam?! Jawabnya: Tidak terlalu lama, bahkan sangat dekat dengan waktu adzan shubuh yaitu sekitar membaca 50 ayat Al Qur’an (sekitar 10 atau 15 menit)

8. Dzikir Jama’ah Dengan Dikomandoi dalam Shalat Tarawih dan Shalat Lima Waktu
Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah tatkala menjelaskan mengenai dzikir setelah shalat, “Tidak diperbolehkan para jama’ah membaca dizkir secara berjama’ah. Akan tetapi yang tepat adalah setiap orang membaca dzikir sendiri-sendiri tanpa dikomandai oleh yang lain. Karena dzikir secara berjama’ah (bersama-sama) adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam yang suci ini.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 11/189)

9. “Ash Sholaatul Jaami’ah…” untuk Menyeru Jama’ah dalam Shalat Tarawih
Ulama-ulama Hambali berpendapat bahwa tidak ada ucapan untuk memanggil jama’ah dengan ucapan “Ash Sholaatul Jaami’ah…” Menurut mereka, ini termasuk perkara yang diada-adakan (baca: bid’ah). (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/9634, Asy Syamilah)

10. Bubar Terlebih Dahulu Sebelum Imam Selesai Shalat Malam
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً


“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih). Jika imam melaksanakan shalat tarawih ditambah shalat witir, makmum pun seharusnya ikut menyelesaikan bersama imam. Itulah yang lebih tepat.

11. Perayaan Nuzulul Qur’an
Perayaan Nuzulul Qur’an sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat. Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan,

لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ

“Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya.” Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, pada tafsir surat Al Ahqof ayat 11)

12. Membayar Zakat Fithri dengan Uang
Syaikh Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz mengatakan, “Seandainya mata uang dianggap sah dalam membayar zakat fithri, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskan hal ini. Alasannya, karena tidak boleh bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan penjelasan padahal sedang dibutuhkan. Seandainya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membayar zakat fithri dengan uang, tentu para sahabat –radhiyallahu ‘anhum– akan menukil berita tersebut. Kami juga tidak mengetahui ada seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membayar zakat fithri dengan uang. Padahal para sahabat adalah manusia yang paling mengetahui sunnah (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang yang paling bersemangat dalam menjalankan sunnahnya. Seandainya ada di antara mereka yang membayar zakat fithri dengan uang, tentu hal ini akan dinukil sebagaimana perkataan dan perbuatan mereka yang berkaitan dengan syari’at lainnya dinukil (sampai pada kita).” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 14/208-211)

Baca juga :
5 Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa
Makanan yang harus Dihindari saat Puasa
Hal-hal yang tidak Membatalkan Puasa

Wassalam

Silahkan sebarkan ke kerabat dan teman - teman anda. 

loading...
Back To Top